Wednesday, May 28, 2008

Email for Raditya Dika

I've just sent an email to Raditya Dika, the most famous Indonesian autobiographical comedy writer which has published 4 of his personal literature writing (Kambingjantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus, and Babi Ngesot), that some has inspired my lifestyle and writing style in Rockepreneur.


Raditya Dika with stand-up comedy style when he present his books. (Source: Google Picasa)

I sent it in Bahasa Indonesia, so this would be the first post that contains most on Bahasa Indonesia ever post in Rockepreneur.

Here's the mail:

"Halo Raditya Dika, nama saya Tri Handoyo, atau bisa dipanggil Yoyok. Saya pembaca setia karya2 raditya dika dari mulai Kambing Jantan sampai Babi Ngesot.

Saya pikir karya2 tulis Radit merupakan karya yang sangat revolusioner dalam dunia literatur. Dimana penulis-penulis terkenal menulis karya tentang fiksi, drama, fiksi ilmiah, Radit membuat karya tulis yang bertemakan autobiografi comedy. :) Tidak banyak orang yang dapat mendokumentasikan hidupnya sehari2 dan mencompile bisa menjadi cerita unik dan lucu dan menshare kepada orang banyak. Unsur deskriptif penulis seperti Andrea Hirata pun banyak ditemukan di setiap karya Radith dengan bahasa dan ciri khasnya sendiri. Intinya, Radith sebetulnya hanya sesimpel mendokumentasikan hidup sehari-hari. Yang saya sangat salut adalah, Radit dapat menuliskan hampir secara deskripsi, lokasi, tokoh yang terkait dengan percaya diri tanpa ragu untuk melihat dampak yang dapat terjadi jika misalnya, orang yang terkait membaca karya Radith (mis. Si Topi Merah di Babi Ngesot, atau ibu anak yang berfoto “gantung diri” di buku Tolong, Radith membuat saya bego!). Yang saya tangkap adalah, Radith punya pegangan untuk mendokumentasi dan tidak peduli apakah orang yang membaca akan merespon apa. Karena, seiring berjalannya waktu, sebuah karya pasti akan menimbulkan sudut pandang yang berbeda bukan?

Kemudian, Radith juga membuat website (sangat reasonable karena Kambing Jantan berawal dari sana) dimana Radit dengan pembaca dapat berinteraksi satu sama lain yang dapat menjaga gereget atas karya-karya Radit selanjutnya, which is very nice! Hal ini sangat bagus karena dapat terjadi interaksi 2 arah antara pembaca & penulis, yang akan membuat kedua pihak saling terpuaskan, kayak Tukul, puas-puas! (tuh, ni gara-gara baca bukunya Radit ni.) Terus juga review, kritik, saran, atau apapun yang dapat merupakan feedback maupun silaturahmi dari tokoh-tokoh terkait dalam buku yang pernah dicantumkan. Tom Delonge juga melakukan ini di Modlife.com dimana dia bersama Angels and Airwaves membuat suatu wadah (mereka bilang operating system) yang dapat mempertemukan para musisi dengan fansnya. Namun bedanya karena dia memberikan multimedia yang dikerjakan secara professional, Tom mengomersialkan hal tersebut.
Intinya si, jujur. Itu yang dapat membuat komedi sangat kuat dan tidak dapat disamakan oleh orang lain.

Keunggulan:
1. Jujur dengan percaya diri. Itu nomor satu. Karena dengan jujur kita bisa memberi kesan sesuai dengan karakter kita sendiri yang tidak dapat disamakan oleh orang lain, apalagi ditambah percaya diri.
2. Berhasil membuat banyak orang membaca buku dari sebelumnya malas membaca buku bahkan menulis (seperti saya salah satunya).

Oh, ya saya juga membuat sebuah blog bernama Rockepreneur di rockepreneur.blogspot.com. Saya memulainya baru 3 bulan ini, namun sebelumnya saya jg sudah nge blog dari sejak SMA di Broken Plectrum di brokenplectrum.blogspot.com. Jujur, waktu itu, saya terinspirasi salah satunya dari Kambing Jantan, tapi bersifat dokumentasi dan review, bukan comedy. Saya bertekad untuk menulis dengan bahasa Inggris. Intinya sih untuk belajar aja.

Seperti saya selalu bilang ke teman-teman saya, di Rockepreneur lebih jujur & orientasi konten dibandingkan view. Pertama saya menulisnya setiap hari (bahkan post bulan Maret yang notabene memiliki 31 hari, saya mempost sebanyak 36 :) ). Namun, setelah saya membaca karya terakhir yang Radith kembali menceritakan kehidupan SMA dan kuliah di Adelaide, sepertinya saya menurunkan menjadi 3 hari sekali, atau minimal seminggu sekali. Karena tadi, seiring berjalannya waktu, terkadang pengalaman lebih dapat lebih berkesan dibandingkan dengan langsung ditulis (atau setidaknya lebih readable).

Saya selalu semangat mengupdate blog karena hal tersebut akan amat sangat berharga, seiring berjalannya waktu, karena waktu adalah ilusi, dan tidak dapat berulang (seperti kata Peter Lynds).

Oh ya, saya ada saran. Bagaimana buku release Radith selanjutnya disertakan VCD video documenter tentang research-research unik seperti BADUT MABOC lainnya (yang misalnya ada di buku selanjutnya). Klip-klipnya aja, terus di akhir bisa ditulis, visit www.radityadika.com for further info. Keren kan! Andrea Hirata di versi hard covernya Laskar Pelangi aja menyertakan VCD interviewnya dengan Kick Andy. Kan bisa minta bantuan teman-teman lain di Bukune pas shooting. :)

Nggak tahu kenapa, saya selalu salut kepada orang-orang yang mendokumentasikan hidup mereka dan menjadikannya suatu karya seperti Tom Delonge (guitarist/vocalist Angels and Airwaves, owner Macbeth Footwear, Loserkids.com, Modlife.com, music and movie director) dari mulai album terakhir Blink-182 (yang sekarang kita bisa melihat rekaman mereka menemukan ide-ide di album terakhir mereka) sampai karya multimedia Angels and Airwaves di Modlife.com dari mulai motion pictures, video blogs, chat rooms, podcast, photos, updates yang ia komersilkan karena melihat fenomena “music should be free” yang ia pegang. Kemudian tokoh seperti Al a.k.a. Ucay, vokalis Rocket Rockers yang juga merupakan mantan Editor in Chief dan terakhir Senior Editor majalah Ripple, majalah yang mengulas scene independent di Bandung khususnya dari mulai music, design, and lifestyle (majalah yang nggak akan memicu majalah Hai menggunakan tipikal bahasa seperti sekarang, ataupun munculnya majalah Rolling Stone di Indonesia melihat potensialnya kota Jakarta dan Bandung baik acara pensi maupun underground, yang menjadi best alternative music scene di majalah Time saat mengulas “Best in Asia”). Bisa di dengar di lagu “Episode ini” demo version di www.myspace.com/rocketrockers yang menceritakan kehidupan dokumentasi Al.

Ada lagi Andrea Hirata yang mendeskripsikan tentang kehidupan masa kecilnya yang sangat berkesan baginya yang berhasil membuat seorang anak berhenti memakai narkoba setelah mambacanya. Kemudian adalah karya Raditya Dika sendiri yang mengeluarkan sesuatu yang beda yang banyak menginspirasi sikap saya sehari-hari di kampus ataupun gaya menulis di blog. Membuat karya autobiografi komedi dengan gaya deskripsi yang gak ada tandingannya.

Pesan saya, something documented is priceless.

Best regards,
Tri Handoyo
Rockepreneur is Tom Delonge
Visit: rockepreneur.blogspot.com
(kalau misalnya emailnya diulas, kirim reply ya. Kalau boleh, rockepreneur.blogspot.com juga dikasi link. Thanks!)"

No comments: